Showing posts with label being serious. Show all posts
Showing posts with label being serious. Show all posts

Sunday, May 16, 2010


they say an end can be a start.
despite all my shortcomings, do you believe that all I had were good intentions?

I feel like I'm wearing a huge fluffy fur coat. people talk to that coat, they say nice things - sometimes bad- and while it was really good of them, the real me is inside that coat. I hear things, and I respond to it. But things that come out of my mouth, comes out of that coat differently. do you get what I'm saying?

What I say and what I feel are completely different things.

And though inevitable, it does make me sad that things are changing. For better or for worse.

Sunday, February 28, 2010

the last couple of months, I've been oddly pessimistic. Looking back at my older posts, I see something different. I was happy and wanted to share it in my blog. Now, most of my posts are about how tired and sad I am. And I wonder why.

I don't want this.

Tuesday, February 23, 2010

Kosong.


Mungkin, kita semua kurang bersyukur.
Lihat, kita diberi harta berlebih. Keluarga bahagia. Pendidikan layak.
Kenapa kita masih mengeluh?

Akhir-akhir ini rasanya sekolah lebih terasa kayak kandang dibanding tempat belajar. Harus jaga sikap, kalo nggak bisa dikeluarin; kayak ayam jago yang kurang ajar lama-lama gak dikasih makan sama pemiliknya sampe mati. Gak tau. Capek sekolah akhir-akhir ini. Untung ada mereka, untung ada dia. Bisa membantu sedikitlah :)

Pikiran di dalem kepala membludak. Nilaiulangankkmnaikkelaslaporanpraktekhafalanulanganosishitungantemanteman--------
berlanjut berlanjut berlanjut. sampe rasanya bingung harus mikirin yang mana duluan. Pening.

Rasanya pengen kabur, kemanapun. Lari. Escapism. Tinggalin hal hal yang ada disini, bikin hal hal baru disana. Refresh. Restart. Mulai dari awal tanpa kesalahan-kesalahan, karena kita udah berpengalaman sekarang. Di kepala tempat pelarian itu padang bunga matahari, padang rumput; bunga mataharinya setinggi dada kita, padang rumputnya sehijau surga. Atau apalah. Yang kayak di post card.

Lupain semuanya, peduli setan sama semua yang ada disini. Lepas.

Mungkin ini pemikiran yang salah, tapi ini yang udah lama dipikirin dalem kepala. Untuk masalah di sekolah, ya begitulah. Kalo mengutip six feet under; "once I get out of here, I will never come back." Dan ya, itu yang gue rencanain sekarang. Mungkin ke depan bakal berubah. Mungkin persepsi untuk sekolah ini bakal berubah.

In the meantime, I thank him, I thank my friends, I thank you for giving me a reason to stay, if only for a while.

Monday, February 15, 2010

Oh, Douglas

"Now - here is my secret:
I tell it to you with an openness of heart that I doubt I shall ever achieve again,
so I pray that you are in a quiet room as you hear these words. My secret is that I need God -
that I am sick and can no longer make it alone. I need God to help me give, because I no longer seem capable of giving;
to help me be kind, as I no longer seem capable of kindness; to help me love, as I seem beyond being able to love."

-Douglas Coupland (Life After God)


I guess I'm trying to change. Study more and pray more. Wish me luck :)

Thursday, October 15, 2009

Aku

Hey, haven't blogged in a while. Akhir2 ini sibuk bgt ada ulanganlah, remedlah, midlah. SMA emang semua kayak gini atau sekolah gue aja sih?

First of all, I'm in love. or in like. Whichever you prefer hahaha to quote a pic I saw earlier this week; we might not now where this is going to take us but let us go hand in hand and find out together ;)

Anyway, It is now 11:15 PM dan besok gue ada mid fisika. Seharusnya gue tidur, tapi pikiran gue bener2 lagi penuh. Harus dikosongin dulu kalo gak bisa njelimet besok pas ngerjain vektor2an.
So. I've been thinking.

Who are we? Apa peran kita di dunia ini? Apa cuma sebagai konsumen yang ngabisin duit orang tua? sebagai tukang ngeluh kalo disuruh belajar? Kapan kita bisa bener2 berguna buat masyarakat? I'm not being snooty or anything; hell, I'm probably number one in the bitching about studying department. Tapi gue kadang2 mikir, apa guna gue buat orang2 di sekitar gue?

Sebagai teman, keluarga, kenalan, kakak kelas, adek kelas. Yes, I'm all of the above. Tapi gak mungkin cuma itu doang kan? Gue butuh sesuatu yang lebih. Gue ingin dibutuhin sama masyarakat luas dan gak cuma nebeng di orang tua terus2an. Karena kadang2 -dan akhir2 ini tambah sering- gue ngerasa gak berguna. Gue sekolah, gue ngeluh, gue males, gue makan, makan, makan, tidur, ulangin lagi, ulangin lagi dan lagi. Itu hidup gue. Untuk sementara ini cuma itu.

Mau jadi apa abis lulus? Ampe skrg gue belom bisa jawab. Dokter? FKUI, amin. kalo gak keterima yaudah, kalo keterima alhamdulilah. Tapi gue masih belom bisa bilang gue 100% commit untuk jadi dokter. Gue pengen belajar bisnis, gue pengen belajar desain, gue pengen belajar ngelukis, pengen, pengen, pengen, gak terbatas emang keinginan manusia. Liat aja sekarang, gue udah bener2 diberkahin, dikasih keluarga yang baik, berkecukupan, sekolah bagus, tapi tetep mengharapkan yang lain. This is me being an ungrateful brat. This is me being an honest ungrateful brat.

Entah kenapa gue akhir2 ini tertarik filosofi. Kira2 kalo kuliah majoring in philosophy gimana ya? Gue pengen nanya2, pengen konsultasi, tapi apa reaksi orang2 bakal mendukung? Jaman sekarang kuliah tuh yang jelas2 aja, yg masa depannya udah terjamin. Tapi filosofi bener2 menarik buat gue, mungkin karena gue sering ngelamun dan terlalu kebanyakan mikir, mungkin karena filosofi -menurut gue- mencerminkan gimana pola pikir filsuf itu sendiri. Menarik, tapi gimana ke depannya?

Gue tau bukan gue doang yang mikir gini, pasti semua orang jugalah. Tapi ini bener2 udah stuck di kepala gue sejak ngafalain rumus gerak parabola sampe sekarang, detik ini pas gue ngetik tulisan ini. Apa yang akan terjadi nanti? Apa gue masih hidup untuk ngeliat diri sendiri jadi individu yang berguna? Apa gue sempet bikin orang tua gue bangga? Gue akhir2 ini ngerasa hidup bener2 terbatas. Makanya akhir2 ini mungkin gue agak impulsive atau gimana.
Bulan lalu gue keilangan 2 orang yang cukup deket sama gue, meninggalnya deketan lagi. Gue bahkan dianggep sebagai anak sendiri sama salah satu dari mereka. Pas tau kalo beliau udah gak ada, gue bener2 nangis dan sedih dan mikir; it can happen to me anytime. to my mom, my dad, my friends. Mungkin kita ngerasa masih muda tapi apa aja bisa terjadi kan?

Bottom line is, God decides everything. Apa gue akan menjadi lintah yang ngisep2 dari orang tua terus atau gue akan jadi orang yang bisa membuat sesuatu, membuahkan hasil sesuatu yang bisa bener2 berguna buat orang2 lain. So where the hell is this life going to take me? I have no. Idea.

Sorry for this rambling whatever post, just skip it if you want. Ciao!